Minggu, 08 Februari 2015

Unsur Intrinsik Puisi

PUISI BARU

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

1. Ciri-ciri Puisi Baru

a)      Bentuknya rapi, simetris;
b)      Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
c)      Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
d)     Sebagian besar puisi empat seuntai;
e)      Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
f)       Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

Jenis-jenis Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
a)      Balada adalah puisi berisi kisah/cerita
b)      Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
c)      Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
d)     Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
e)      Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
f)       Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
g)      Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik

  Puisi baru memiliki ciri-ciri:
        a. Bentuknya rapih dan simetris
        b. Mempunyai persajakan akhir yang teratur.
        c. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain.
        d. Sebagian besar puisi 4 seuntai.
        e. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gastra.
        f. Tiap gatranya terdiri atas 2 kata. Sebagian besar setiap kata menggunakan 4-5 suku kata.

Jenis-jenis puisi baru menurut :
A. Isinya:
1. Balada: berisi cerita.
2. Himne: berisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
3. Ode: Puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
4. Epigram: berisi tuntunan/ ajaran hidup.
5. Romansa: berisi luapan perasaan cinta kasih.
6. Elegi: berisi perasaan kesedihan.
7. Satire: berisi sindiran/kritik.

B. Bentuknya:
1. Distikon: Tiap baitnya terdiri 2 baris (2 seuntai)
2. Terzina: Tiap baitnya terdiri 3 baris (3 seuntai)
3. Kuatrain: Tiap baitnya terdiri 4 baris (4 seuntai)
4. Kuint: Tiap baitnya terdiri 5 baris (5 seuntai)
5. Sektet: Tiap baitnya terdiri 6 baris (6 seuntai)
6. Septime: Tiap baitnya terdiri 7 baris (7 seuntai)
7. Okatf/Stanza: Tiap baitnya terdiri 8 baris (8 seuntai)
8. Soneta: Puisi yang terdiri dari 14 baris yang terbagi 2
Unsur Intrinsik Puisi

1. Tema: Gagasan utama dari puisi.
2. Tipografi: Tatanan larik,bait,kalimat,frase,kata,dan bunyi.
3. Amanat: Sesuatu yang ingin disampaikan penyair.
4. Nada
5. Rasa
6. Perasaan
7. Ennjabemen: Pemotongan kalimat.
8. Kata konkert: Kata bermakna denotasi.
9. Diksi: Pilihan kata yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan dalam puisi.
10. Akulirik: Tokoh laku penyair di dalam puisi.
11. Rima: Pengindah puisi dalam bentuk pengulangan bunyi baik awal,tengah,maupun akhir.
12. Majas










http://myblogkujira.blogspot.com/
fb - putraninjutsu@yahoo.co.id
twitter_  rafikadewiputra99@gmail.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar