BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini merupakan suatu syarat
untuk menuntaskan sistem pembelajaran pada pendidikan di Sekolah Menengah
Kejuruan ( SMK ) khususnya SMK Negeri 1 Cibeber, serta syarat umum untuk mengikuti Ujian Nasional.
Praktek Kerja Industri dapat meningkatkan kualitas
pendidikan yang lebih bermutu, sehingga menghasilkan Sumber Daya Manusia ( SDM
) yang berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan di SMK Negeri 1 Cibeber.
B.
Maksud Dan Tujuan Praktek Kerja
Industri (Prakerin)
Maksud dan tujuan dari pelaksanaan Praktek Kerja Industri
(Prakerin), yaitu mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh di sekolah untuk
diterapkan di lapangan kerja, agar dapat
mewujudkan siswa – siswi SMK Negeri 1 Cibeber yang berprestasi di dunia usaha /
dunia industri ( DU/DI ) khususnya pada program keahlian Geologi Pertambangan,
serta melatih kemandirian dan kemampuan siswa dalam menghadapi dunia usaha /
dunia industri ( DU/DI ).
Kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini juga
bertujuan agar peserta didik dapat mengenal dunia kerja secara lebih dini,
memahami lingkungan sosial yang berlaku di dunia kerja, serta siswa mampu
menguasai dan menerapkan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Dengan dilaksanakannya Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini
, peserta didik diharapkan dapat memperoleh pengalaman kerja selama di dunia
kerja, serta dapat menambah wawasan dan kreatifitas bagi setiap peserta didik
yang mengikutinya.
BAB II
TEORI DASAR
A.
Lokasi Dan Keadaan Geologi
Kantor
PT. CEMINDO GEMILANG terletak di jalan Bayah – Cibareno Km. 7 Desa Darmasari
kecamatan Bayah Lebak – Banten. Namun lokasi penambangan batuannya terletak di
Desa Pamubulan Kecamatan Bayah, dilokasi tersebut PT. Cemindo Gemilang menambang batuan jenis Lime Stone, Dolomit,
dan Clay. Namun dalam penambangan tersebut PT. Cemindo Gemilang hanya
memproduksi batuan Lime Stone dengan kadar CHO – nya tinggi.
Batuan
Lime Stone yang akan dijadikan sebagai campuran bahan semen dengan kadar
CHO-nya yang tinggi, batuan ini diangkut dan digiling di Crusher agar batunya
jadinya jadi kecil dan mudah diproses untuk bahan semen.
BAB. III
CARA KERJA PELAKSANAAN PENAMBANGAN
3.1 Langkah-Langkah Melakukan
Penambangan
A. Poreses Penambangan
Kegiatan
penambangan Lime Stone, Dolomit, dan Clay di Quarry dilakukan dengan
melaksanakan kegitan yang telah dikontrol oleh koordinator lapangan serta
dibawah pengawasan dari manager tambang.
1. Persiapan Area Kerja
Dalam melakukan persiapan kerja ini
kami dapat melakukan tahap yang telah di tetapkan pada perusahaan. Tahap yang
di lakukan seperti pembersihan medan dengan menggunakan excavator atau
alat-alat manual lainnya.
a. Kegitan Drilling Blasting
Kegitan ini dilakukan dengan pemboran
yang menggunakan Furukawa Rock Drill. Langkah-langkah yang dilakukan adalah
sebagai berikut :
1. Penyiapan lahan Drilling
2. Penentuan titik bor, kedalam
pemboran
3. Drilling / Pemboran
4. Pengisian bahan peledak kedalam
lubang bor
5. Perangkaian bahan peledak
6. Pengecekan rangkaian oleh juru ledak
7. Kegiatan peledakan atau Blasting
Alat komunikasi dan keamanan pada
saat kegiatan Blasting :
v
Bendera
merah dan hijau (Posisi di pintu masuk Quarry)
v
Papan
Pengumuman
Ø
|
Ø Hari
Ø Waktu
v
Road
Blocker (Penjagaan disetiap jalan masuk)
Ø Radius 500 Meter
v
Bendera
Radius
Ø Merah = untuk 300 meter, aman untuk
HE(Heavy Equipment)
Ø Hijau = untuk 500 meter, aman untuk
manusia
b. Drilling
v
Pola
Pemboran
Ø
Square Pattern (Pola Kotak)
Square Pattern (Pola Kotak)
|
|||||
|
|||||
Ø Staggered Pattern (Pola Zig Zag)
c. Persiapan Alat
Sebelum
melakukan kegiatan harus mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan terlebih
dahulu seperti perangkat pemboran ( batang bor, mata bor, compressor, boller,
dan rock drill dan alat muat (
exchavator, loader), serta alat angkut ( truck tronton )
Disamping
itu alat-alat juga harus diperiksa terkebih dahulu sebelum di operasikan, apakah alat tersebut layak untuk di operasikan
atau tidak.
d. Proses Pengoperasian
Apabila kondisi medan di lokasi penambangan sudah di siap
untuk dilakukan proses penambangan, maka dapat di operasikan alat-alat yang
sudah di siapkan. Pertama yang di operasikan adalah alat . Apa bila alat wire
sudah siap untuk di lakukan pegoperasian kita tidak boleh berada tepat di
belakang wire, karena kawat sling wire tiba – tiba dapat putus dan sangat
berbahaya bagi keselamatan. Jika batuan
sudah selesai dipotong hingga terbentuk batu blok, maka dibongkar oleh
excavator dan dipindahkan ke tempat yang dapat dijangkau oleh excavator .
Setelah itu pemuatan dilakukan dengan menggunakan exacavator ke truck tronton
untuk diangkut ke crusher.
BAB. IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Lokasi
PT. Dayacayo Asritama terletak di Dusun Siloro, Desa Mangilu, Kec.Bungoro, Kab
Pangkep provinsi Sulawesi Selatan. Dearah tempat perusahaan ini termasuk daerah
yang cukup tinggi dan disekitarnya terdapat beberapa gunung dan pegunungan,
serta persawahan. Kawasan yang terdapat diarea pertambangan ini memiliki resiko
yang tinggi. Adapun alat-alat utama yang digunakan pada areal penambangan
antara lain : Rock Handdrill ( RH ), Boller / Bor Core ( core drill ),
Kompressor, Fantini, wire, Sling Wire, Gunting dan Press Sling, Excavator, Whell
Loader, Derek Cram, Truck Tronton, serta peralatan tambahan seperti cangkul,
sekop, dan lain-lain.
S4.2 Pesan
Kami
berharap agar seluruh karyawan PT. DAYACAYO ASRITAMA yang bekerja di lokasi
penambangan agar dapat meningkatkan kualitas kerja dengan selalu memperhatikan
kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggunakan alat safety semaksimal
mungkin, serta selalu berdoa dan memikirkan cara kerja yang aman setiap sebelum
memulai pekerjaan.
Tak
lupa pula kami mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang telah
diberikan oleh PT. DAYACAYO ASRITAMA kepada kami untuk melakukan kegiatan
prakerin / PSG selama kurang lebih empat bulan, serta terima kasih banyak atas
bimbingan dan kerjasama dari seluruh karyawan terutama koordinator lapangan
kami.
http://myblogkujira.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar