BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Yusuf (Arab يوسف ) (sekitar 1745-1635 SM) adalah salah satu nabi agama
Islam. Ia juga merupakan
salah satu dari 12 putra Yakub (Israel) dan merupakan buyut dari Ibrahim. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1715 SM
dan ia ditugaskan berdakwah kepada Kanʻān dan Hyksos di Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali di
dalam Al-Quran. Ia memiliki 2 anak laki dan 1 anak perempuan dan ia wafat di Nablus Palestina.
Yusuf adalah cucu dari Ishaq, silsilah lengkapnya adalah Yusuf bin Yakub bin Ishaq bin Ibrahim bin Azar bin Nahur bin Suruj bin Ra'u bin
Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Yusuf merupakan putera ketujuh (ada sumber
mengatakan anak kesebelas) Yakub dan Yusuf mempunyai ibu yang dikenali
sebagai Rahil (Rahel) dengan adiknya, Bunyamin (Benyamin). Yusuf menikah dengan seorang
gadis yang bernama Ashenath kemudian memiliki dua orang anak yang
bernama Manessa (Manasye) dan Ephiraim (Efraim).
Sedangkan Ibnu Katsir dalam kitabnya yang
berjudul Qishashul
Anbiya’
menuliskan bahwa Yusuf menikahi Ra’il binti Ra’ayil, janda dari Qithfir, kemudian lahirlah dua orang putra, yakni
Afrayim dan Mansa.
Yusuf mempunyai 12 orang saudara lelaki dan
mempunyai rupa yang tampan dan dimanja oleh bapaknya. Walau bagaimanapun, ibu
kandungnya wafat ketika ia berusia 12 tahun.
Kasih sayang berlebihan yang diperolehnya
dari Nabi Yaqub membuat iri dan dengki saudara-saudara yang mewujudkan komplot
menarik perhatian bapak mereka. Mereka berencana untuk membunuh beliau.
Yahudza, anak lelaki keempat dari Yakub dan yang
paling tampan dan bijaksana di antara mereka tidak setuju dengan rencana
pembunuhan itu karena perlakuan tersebut adalah dilarang. Maka, demi menghalau
Yusuf, dia merencanakan untuk mencampakkan beliau ke dalam sebuah 'sumur tua'
yang terletak di persimpangan jalan tempat kafilah-kafilah dagang dan para musafir beristirahat. Dengan itu, kemungkinan Yusuf
akan diselamatkan dari sumur tersebut dan dibawa oleh siapa saja untuk dijadikan
budak.
B. Rumusan
Masalah
·
Bagaimana
sejarah Nabi yusuf As ?
·
Siapa
saja saudara Nabi Yusuf AS ?
C. Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk
memenuhi salah satu tugas mata pelajaran SKI, dan mengetahu lebih jauh kisah
Nabi Yusuf AS.
BAB
II
PEMBAHASAN
Nabi Yusuf
adalah putera ke tujuh daripada dua belas putera-puteri Nabi Ya'qub. Ia dengan
adiknya yang bernama Benyamin adalah beribukan Rahil, saudara sepupu Nabi
Ya'qub. Ia dikurniakan Allah rupa yang bagus, paras tampan dan tubuh yang tegap
yang menjadikan idaman setiap wanita dan kenangan gadis-gadis remaja. Ia adalah
anak yang dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan
dengan saudara-saudaranya yang lain, terutamanya setelah ditinggalkan iaitu
wafatnya ibu kandungnya Rahil semasa ia masih berusia dua belas tahun.
Perlakuan yang diskriminatif dari Nabi
Ya'qub terhadap anak-anaknya telah menimbulkan rasa iri-hati dan dengki di
antara saudara-saudara Yusuf yang lain, yang merasakan bahawa mereka
dianak-tirikan oleh ayahnya yang tidak adil sesama anak, memanjakan Yusuf lebih
daripada yang lain.
Rasa jengkel mereka terhadap kepada ayahnya dan iri-hati terhadap Yusuf membangkitkan rasa setia kawan antara saudara-saudara Yusuf, persatuan dan rasa persaudaraan yang akrab di antara mereka.
Rasa jengkel mereka terhadap kepada ayahnya dan iri-hati terhadap Yusuf membangkitkan rasa setia kawan antara saudara-saudara Yusuf, persatuan dan rasa persaudaraan yang akrab di antara mereka.
A. Saudara-saudara Yusuf mengadakan
pertemuan
Dalam pertemuan rahsia yang mrk adakan
untuk merundingkan nasib yang mrk alami dan mengatur aksi yang harus mrk
lakukan bagi menyedarkan ayahnya, menuntut perlakuan yang adil dan saksama,
berkata salah seorang drp mrk:" Tidakkah kamu merasakan bahawa perlakuan
terhadap kita sebagai anak-anaknya tidak adil dan berat sebelah? Ia memanjakan
Yusuf dan menyintai serta menyayangi lebih daripada kita, seolah-olah Yusuf dan
Benyamin sahajalah anak-anak kandungnya dan kita anak-anak tirinya , padahal
kita adalah lebih tua dan lebih cekap daripada mereka berdua serta kitalah yang
selalu mendampingi ayah,mengurus segala keperluannya dan keperluan
rumahtanggannya. Kita merasa hairan mengapa hanya Yusuf dan Benyamin sahaja
yang menjadi keistimewaan disisi ayah. Apakah ibunya lebih dekat kepada hati
ayah berbanding dengan ibu kita? Jika memang itu alasannya ,maka apakah salah
kita? Bahwa kita lahir daripada ibu yang mendapat tempat kedua di hati ayah
ataukah paras Yusuf yang lebih tampan dan lebih cekap drp paras dan wajah kita
yang memang sudah demikian diciptakan oleh Tuhan dan sesekali bukan kehendak
atau hasil usaha kita? Kita amat sesalkan atas perlakuan dan tindakan ayah yang
sesal dan keliru ini serta harus melakukan sesuatu untuk mengakhiri keadaan
yang pincang serta menjengkelkan hati kami semua.”
Fikiran dan cadangan yang dikemuka
oleh Yahudza itu mendapat sambutan baik dan disetujui bulat oleh
saudara-saudaranya yang lain dan akan melaksanakannya pada waktu dan kesempatan
yang tepat. Pertemuan secara rahsia itu bersurai dengan janji dari
masing-masing saudara hadir, akan menutup mulut dan merahsiakan rancangan jahat
ini seketat-ketatnya agar tidak bocor dan tidak didengar oleh ayah mereka
sebelum pelaksanaannya.
B. Nabi Yusuf bermimpi
Pada malam di mana para saudaranya
mengadakan pertemuan sulit yang mana untuk merancangkan muslihat dan rancangan
jahat terhadap diri adiknya yang ketika itu Nabi Yusuf sedang tidur nyenyak ,
mengawang di alam mimpi yang sedap dan mengasyikkan ,tidak mengetahui apa yang
oleh takdir di rencanakan atas dirinya dan tidak terbayang olehnya bahwa
penderitaan yang akan dialaminya adalah akibat dari perbuatan saudara-saudara
kandungnya sendiri, yang diilhamkan oleh sifat-sifat cemburu, iri hati dan
dengki.
Isi cerita ini telah dapat dibacakan
didalam Al-Quran pada surah "Yusuf" ayat 11 sehingga 18 sebagai
berikut:
" 11. Mereka berkata :
"Wahai ayah kami! apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf
,padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan
baginya." 12. Biarkan lah ia pergi bersama kami besok, agak dia {dapat}
bersenang-senang dan {dapat} bermain-main dan sesungguhnya kami pasti
menjaganya." 13. Berkata Ya'qub:" Sesungguhnya kepergian kamu bersama
Yusuf amat menyedihkan dan aku khuatir kalau-kalau dia dimakan serigala sedang
kamu lengah daripadanya." 14. Mereka berkata: " Jika ia benar-benar
dimakan serigala, sedang kami adalah golongan {yang kuat} ,sesungguhnya kami
kalau demikian adalah orang-orang yang rugi." 15. Maka tatkala mereka
membawanya dan sepakat memasukkannya ke dalam telaga {lalu mereka masukkan dia}
dan {di waktu dia sudah dalam telaga }Kami wahyukan kepada {Yusuf}:"
Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang
mereka tidak ingat lagi. 16. Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di
petang hari sambil menangis. 17. Mereka berkata: "Wahai ayah kami!
Sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf dekat
barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala dan kamu sesekali tidak akan
percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar." 18.
Mereka datang membawa baju kemejanya {yang berlumuran} dengan darah palsu.
Ya'qub berkata:" Sebenarnya diri kamu sendirilah yang memandang baik
perbuatan {yang buruk} itu maka kesabaran yang baik itulah {kesabaran}. Dan
Allah sajalah yang dimohon perlindungannya terhadap apa yang kamu
ceritakan."
C. Yusuf dijual sebagai budak
Yusuf sedang berada di dalam sumur itu
seorang diri, diliputi oleh kegelapan dan kesunyian yang mencekam. Ia melihat
ke atas dan ke bawah ke kanan dan ke kiri memikirkan bagaimana ia dapat
mengangkatkan dirinya dari perigi itu , namun ia tidap melihat sesuatu yang dpt
menolongnya. IA hanya dapat melihat bayangan tubuhnya dalam air yang cetek di
bawah kakinya. Sungguh suatu ujian yang amat berat bagi seorang semuda Yusuf
yang masih belum banyak pengalaman nya dalam penghidupan, bah baru pertama kali
ia berpisah dari ayahnya yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Lebih-lebih
terasa beratnya uijian itu ialah karena yang melemparkannya ke dasar telaga itu
adalah abang-abangnya sendiri, putera-putera ayahnya.
Tentang isi cerita di atas, dapat
dibaca dalam surah "Yusuf" ayat 19 sehingga ayat 21 sebagai berikut:
~
"19. Kemudian datanglah kelompok
orang-orang musafir, lalu mrk menyuruh seorang mengambil air mereka, maka dia
menurunkan timbanya, dia berkata: " Oh! Khabar gembira, ini seorang anak
muda!" Kemudian mrk menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah
Maha Mengetahui apa yang mrk kerjakan. 20. Dan mrk menjual Yusuf dengan harga
yang murah, iaitu beberapa dirham shj, dan mrk merasa tidak tertarik hatinya
kepada Yusuf 21. Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya:
" Berikanlah kepadanya tempat {dan layanan} yang baik, boleh jadi dia
bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak." Dan demekian
pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi {Mesir}
dan agar kami ajarkan kepadanya takdir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap
urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya." {Surah Yusuf :
19 ~ 21}
D. Yusuf dalam godaan nyonya Futhifar
Yusuf hidup tenang dan tenteram di
rumah Futhifar, Ketua Polisi Mesir, sejak ia menginjakkan kakinya di rumah itu.
Ia mendpt kepercayaan penuh dari kedua majikannya, suami-isteri, mengurus
rumah-tangga mereka dan melaksanakan perintah dan segala keperluan mrk dengan
sesungguh hati, ikhlas dan kejujuran, tiada menuntut upah dan balasan atas
segala tenaga dan jerih payah yang dicurahkan untuk kepentingan keluarga. Ia
menganggap dirinya di rumah itu bukan sebagai hamba bayaran, tetapi sebagai
seorang drp anggota keluarga. demikian pula anggapan majikannya, suami-isteri
terhadap dirinya.
Ketenangan hidup dan kepuasan hati
yang didapat oleh Yusuf selama ia tinggal di rumah Futhifar, telah mempengaruhi
kesihatan dan pertumbuhan tubuhnya. Ia yang telah dikurnai oleh Tuhan
kesempurnaan jasmani dengan kehidupan yang senang dan empuk di rumah Futhifar,
makin terlihat tambah segar wajahnya, tambah elok parasnya dan tambah tegak tubuhnya,
sehingga ia merupakan seorang pemuda remaja yang gagah perkasa yang menggiurkan
hati setiap wanita yang melihatnya, tidak terkecuali isteri Futhifar,
majikannya sendiri, bahkan bukan tidak mungkin bahwa ia akan menjadi rebutan
lelaki, andai kata ia hidup di kota Sadum di tengah-tangah kaum Nabi Luth
ketika itu.
Pengaulan hari-hari di bawah satu atap
rumah antara Yusuf pemuda remaja yang gagah perkasa dan Nyonya Futhifar,
seorang wanita muda cantik dan ayu, tidak akan terhindar dari risiko terjadinya
perbuatan maksiat, bila tidak ada kekuatan iman dan takwa yang menyekat hawa
nafsu yang ammarah bissu. Demikian lah akan apa yang terjadi terhadap Yusuf dan
isteri Ketua Polis Mesir.
Kata-kata nasihat dan bujukan para
wanita ,Tamu Zulaikha itu didengar oleh Yusuf dengan telinga kanan dan keluar
ke telinga kirinya. Tidak suatu pun daripadanya yang dapat turun ke lubuk
hatinya atau menjadi bahan penimbangannya. Akan tetapi walaupun ia percaya
kepada dirinya, tidak akan terpengaruh oleh bujukan dan nasihat-nasihat itu, ia
merasa khuatir, bahwa jika masih tinggal lama di tengah-tengah pergaulan itu
akhirnya mungkin ia akan terjebak dan masuk ke dalam perangkap tipu daya dan
tipu muslihat Zulaikha dan kawan-kawan wanitanya.
E. Yusuf dalam penjara
Yusuf di masukkan ke dalam penjara
bukannya karena ia telah melakukan kesalahan atau kejahatan, tetapi karena
sewenang-wenangnya penguasa yang memenjarakannya untuk menutupi dosanya sendiri
dengan menempelkan dosa itu kepada orang yang dipenjarakan. Akan tetapi bagi
Nabi Yusuf, penjara adalah tempat yang aman untuk menghindari segala godaan dan
tipu daya yang akan menjerumuskannya ke dalam kemaksiatan dan perbuatan
mungkar. Bagi Yusuf hidup di dalam sebuah penjara yang gelap dan sempit, dimana
gerak bandanya dan pandangan matanya dibatasi, adalah lebih baik dan lebih
disukai drp hidup di alam bebas di mana jiwanya tertekan dan hatinya tidak
merasa aman dan tenteram. Di dalam penjara Yusuf dpt membulatkan fikirannya dan
jiwanya beribadah dan menyembah kepada Allah.
F. Yusuf dibebaskan dari penjara
Pada suatu hari berkumpullah di istana
raja Mesir, para pembesar, penasihat dan para arif bijaksana yang sengaja
diundang oelh untuk memberi takbir mimpi yang telah merunsingkan dan menakutkan
hatinya. Ia bermimpi seakan-akan melihat tujuh ekor sapi betina lain yang
kurus-kurus. Disamping itu ia melihat pula dalam mimpinya tujuh butir gandum
hijau disamping tujuh butir yang lain kering.
Tidak seorang drp. pembesar-pembesar
yang didatangkan itu yang dapat memberi tafsiran takbir bagi mimpi Raja bahkan
sebahagian drp mrk menganggapkannya sebagai mimpi kosong yang tiada bererti dan
menganjurkan kepada Raja melupakan saja mimpi itu dan menghilangkannya dari
fikirannya.
Pelayan Raja, pemuda teman Yusuf dalam
penjara, pada masa pertemuan Raja dengan para tetamunya, lalu teringat olehnya
pesan Nabi Yusuf kepadanya sewaktu ia akan dikeluarkan dari penjara dan bahwa
takbir yang diberikan oleh Nabi Yusuf bagi mimpinya adalah tepat, telah terjadi
sebagaimana telah ditakdirkan. Ia lalu memberanikan diri menghampiri Raja dan
berkata:" Wahai Paduka Tuanku! Hamba mempunyai seorang teman kenalan di
dalam penjara yang pandai menakbirkan mimpi. Ia adalah seorang yang cekap,
ramah dan berbudi pekerti luhur. Ia tidak berdosa dan tidak melakukan kesalahan
apa pun. Ia dipenjara hanya atas fitnahan dan tuduhan palsu belaka. Ia telah
memberi takbir bagi mimpiku sewaktu hamba berada dalam tahanan bersamanya dan
ternyata takbirnya tepat dan benar sesuai dengan apa yang hamba alami. Jika
Paduka Tuan berkenan, hamba akan pergi mengunjunginya di penjara untuk
menanyakan dia tentang takbir mimpi Paduka Tuan."
Dengan izin Raja, pergilah pelayan
mengunjungi Nabi Yusuf dalam penjara. Ia menyampaikan kepada Nabi Yusuf kisah
mimpinya Raja yang tidak seorang pun drp anggota kakitangannya dan para
penasihatnya dpt memberikan takbir yang memuaskan dan melegakan hati
majikannya. Ia mengatakan kepada Nabi Yusuf bahwa jika Raja dpt dipuaskan
dengan pemberian bagi takbir mimpinya, mungkin sekali ia akan dikeluarkan dari
penjara dan dengan demikian akan berakhirlah penderitaan yang akan dialami
bertahun-tahun dalam kurungan.
G. Yusuf diangkat sebagai wakil raja
Mesir
Raja Mesir yang telah banyak mendengar
tentang Nabi Yusuf dari pelayannya, teman Nabi Yusuf dalam penjara, dari
kesaksian wanita-wanita, tamu Zulaikha dalam jamuan makan dan dari Zulaikha
sendiri, makin bertambah rasa hormatnya dan kagumnya terhadap Nabi Yusuf
setelah berhadapan muka dan bercakap-cakap dengan beliau sekeluarnya dari
penjara.
Kecerdasan otak Nabi Yusuf, pengetahuannya
yang luas, kesabaran , kejujurannya, keramah-tamahannya dna akhlak serta budi
pekerti luhurnya, menurut fikiran Raja akan sangat bermanfaat bagi kerajaannya
bila Nabi Yusuf diserahi pimpinan negara dan rakyat. Maka kepada Nabi Yusuf
dalam pertemuan pertamanya dengan Raja ditawarkan agar ia tinggal di istana
mewakili Raja menyelenggarakan pemerintahan serta pengurusan negara serta
memimpin rakyat Mesir yang diramalkan akan menghadapi masa-masa sukar dan
sulit.
H. Pertemuan Yusuf A.S dengan
saudara-saudaranya
Kemudian dtglah orang berduyun-duyun
dari kota dan desa-desa pinggiran Mesir, bahkan dari negara-negara yang
berhampiran Mesir yang sudah kekurangan bhn makanan bagi rakyatnya. Mrk dtg
bagi mengharapkan pertolongan Nabi Yusuf untuk memberi kesempatan membeli
gandum serta lain-lain bhn mknan yang masih tersedia dalam gudang-gudang
pemerintah.
Di antara para pendatang yang ingin
berbelanja di Mesir terdapat rombongan orang-orang Palestin, termasuk di antara
mrk ialah saudara-saudara Nabi Yusuf sendiri, ialah penyebab utama bagi
penderitaan yang telah di alaminya. Nabi Yusuf segera mengenal mereka tetapi
sebaliknya mrk tidak mengenal akan Nabi Yusuf yang pernah dilemparkan ke dalam
telaga. Bahkan tidak terlintas dalam fikiran mrk bahwa Yusuf masih hidup, apa
lagi menjadi orang besar memimpin negara Mesir sebagai wakil Raja yang berkuasa
mutlak.
Atas pertanyaan Nabi Yusuf berkatalah
jurucakap rombongan putera-putera Ya'qub: "Wahai Paduka Tuan, kami adalah
putere-putera Ya'qub yang kesemuanya adalah dua belas orang Yang termuda di
antara kami putera ayah yang bongsu kami tinggalkan rumah untuk menjaga ayah
kami yang talah lamjut usia dan buta pula. Seorang saudara lain telah lama
meninggalkan rumah dan hingga kami tidak mengetahui di mana dia berada. Kami
datang kemari atas perintah ayah kami, agar memohon pertolongan dna bantuan
Paduka Tuan yang budiman, kiranya dpt memberi kesempatan memperkenankan kami
membeli gandum dari pesediaan pemerintahan tuan, bagi memenuhi keperluan kami
yang sgt mendesak, sehubungan dengan krisis bhn makanan yang menimpa daerah
kami."
Berkata Nabi Yusuf menjawab
keterangan-keterangan saudaranya itu: "Sesungguhnya kami meragukan
identiti kamu dan menyangsikan keteranganmu ini. Kami tidak dpt mengabaikan
adanya kemungkinan bahwa kamu adalah mata-mata yang dikirim oleh musuh-musuh
kami untuk mengadakan kekecohan dan kekacauan di negeri kami karenanya kami
menghendaki memberi bukti-bukti yang kuat atas kebenaran kata-katamu atau
membawa saksi-saksi yang kami percaya bahwa kamu adalah beul-betul
putera-putera Ya'qub."
I.
Yusuf menahan Benyamin sebagai tahanan
Yusuf menerima saudara-saudaranya
sebagai tamu selama tiga hari tiga malam. Setelah selesai masa bertamu
bersiap-siaplah mrk untuk pulang kembali ke negerinya, sesudah karung-karung
mrk diisi dengan penuh {gandum} dam bhn-bhn makanan lain yang mrk perlukan.
Setelah berjabat tangan, meminta diri
dari Yusuf, bergeraklah kafilah mrk menuju pintu gerbang ke luar kota. Tetapi
sebelum kafilah sempat melewati batas kota, tiba-tiba beberapa pengawal istana
yang berkuda mengejar mrk dan memerintah agar berhenti dan dilarang meneruskan
perjalanan, sebelum diadakan pemeriksaan terhadap brg-brg mrk bawa. Para
pengawal mengatakan bahwa sebuah piala gelas minum raja telah hilang dan
mungkin salah seorang drp mrk yang mencurinya.
Kafilah berhenti di tempat dan dengan
hairan berkatalah jurucakap mrk: "Demi Allah kami dtg kemari bukannya
untuk mengacau dan sgt tidak mungkin bahwa salah seorang drp kami akan mencuri
piala itu. Kami adalah putera-putera Ya'qub pesuruh Allah. Kami sudah merasa
berhutang budi kepada raja dan banyak berterimakasih atas bantuan yang telah
diberikan kepada kami. Masakan kami akan membalas kebaikan hati raja dengan
mencuri brg-brgnya? Namun untuk membenarkan kata-kata kami, kami tidak
berkeberatan karung-karung dan brg-brg kami dibongkar dan digeledah
sepuas-puasnya. Dan bila ternyata ada salah seorang drp kami yang kedapatan
piala itu di dalam kumpulan brg-brgnya, kami rela menyerahkannya kepada raja
untuk diberi ganjaran yang setimpal."
J.
Pertemuan kembali keluarga Ya'ub
Sejak kembalinya kafilah
putera-puteranya dari Mesir tanpa Benyamin dan Yahudza, maka duka nestapa dan
kesedihan Ya'qub makin mendalam dan menyayat hati. Ia tidak merasakan tidur
bermalam-malam, mengenangkan ketiga puteranya yang tidak berketentuan tenpat
dan nasibnya. Ia hanya terasa terhibur bial ia sedang menghadap kepada Allah,
bersolat, bersujud seraya memohon kepada Allah agar mengurniainya kesabaran dan
keteguhan iman menghadapi ujian dan percubaan yang sedang ia alami.
Ia kadangkala berkhalwat seorang diri
melepaskan air matanya bercucuran sebebas-bebasnya untuk melegakan dadanya yang
sesak.
Fizikal Nabi Ya'qub makin hari makin menjadi lemah, tubuhnya makin kurus hungga tunggal kulit melekat pada tulang, ditambah pula dengan kebutaan matanya yang menjadi putih. Hal mana menjadikan putera-puteranya khuatir terhadap kelangsungan hidupnya. Mrk menegurnya dengan mengatakan: "Wahai ayah! Ayah adalah seorang Nabi dan pesuruh Allah yang drp-Nya wahyu diturunkan dan drpnya kami mendpt tuntutan dan ajaran beriman. Sampai bilakah ayah bersedih hati dan mencucurkan air mata mengenangkan Yusuf dan Benyamin. Tidak cukupkah sudah bahwa banda ayah hanya tinggal kulit di atas tulang dan mata ayah menjadi buta? Kami sgt khuatir bahwa ayah akan menjadi binasa bila tidak menyedarkan diri dan berhenti mengenangkan Yusuf dan Benyamin".
Fizikal Nabi Ya'qub makin hari makin menjadi lemah, tubuhnya makin kurus hungga tunggal kulit melekat pada tulang, ditambah pula dengan kebutaan matanya yang menjadi putih. Hal mana menjadikan putera-puteranya khuatir terhadap kelangsungan hidupnya. Mrk menegurnya dengan mengatakan: "Wahai ayah! Ayah adalah seorang Nabi dan pesuruh Allah yang drp-Nya wahyu diturunkan dan drpnya kami mendpt tuntutan dan ajaran beriman. Sampai bilakah ayah bersedih hati dan mencucurkan air mata mengenangkan Yusuf dan Benyamin. Tidak cukupkah sudah bahwa banda ayah hanya tinggal kulit di atas tulang dan mata ayah menjadi buta? Kami sgt khuatir bahwa ayah akan menjadi binasa bila tidak menyedarkan diri dan berhenti mengenangkan Yusuf dan Benyamin".
K. Pelajaran yang didapat dari kisah Nabi
Yusuf A.S.
Banyak ajaran dan ibrah yang dapat
dipetik dari Kisah Nabi Yusuf yang penuh dengan pengalaman hidup yang
kontriversi itu. Di antaranya ialah :~
Bahwasanya penderitaan seseorang yang nampaknya merupakan suatu musibah dan bencana, pd hakikatnya dalam banyak hal bahkan merupakan rahmat dan barakah yang masih terselubung bagi penderitaannya.Karena selalunya bahwa penderitaan yang di anggapkan itu suatu musibah adalah menjadi permulaan dari kebahagiaan dan menjadi kesejahteraan yang tidak diduga semula. Demikianlah apa yang telah dialami oleh Nabi Yusuf dengan pelemparan dirinya ke dalam sebuah perigi oleh saudara-saudaranya sendiri, disusuli dengan pemenjaraannya oleh para penguasa Mesir. Semuanya itu merupakan jalan yang harus ditempuh oleh beliau untuk mencapai puncak kebesaran dan kemuliaan sebagai nabi serta tngkat hidup yang mewah dan sejahtera sebagai seorang penguasa dalam sebuah kearajaan yang besar yang dengan kekuasaannya sebagai wakil raja, dapat menghimpunkan kembali seluruh anggota keluarganya setelah sekian lama berpisah dan bercerai-berai.
Bahwasanya penderitaan seseorang yang nampaknya merupakan suatu musibah dan bencana, pd hakikatnya dalam banyak hal bahkan merupakan rahmat dan barakah yang masih terselubung bagi penderitaannya.Karena selalunya bahwa penderitaan yang di anggapkan itu suatu musibah adalah menjadi permulaan dari kebahagiaan dan menjadi kesejahteraan yang tidak diduga semula. Demikianlah apa yang telah dialami oleh Nabi Yusuf dengan pelemparan dirinya ke dalam sebuah perigi oleh saudara-saudaranya sendiri, disusuli dengan pemenjaraannya oleh para penguasa Mesir. Semuanya itu merupakan jalan yang harus ditempuh oleh beliau untuk mencapai puncak kebesaran dan kemuliaan sebagai nabi serta tngkat hidup yang mewah dan sejahtera sebagai seorang penguasa dalam sebuah kearajaan yang besar yang dengan kekuasaannya sebagai wakil raja, dapat menghimpunkan kembali seluruh anggota keluarganya setelah sekian lama berpisah dan bercerai-berai.
Maka seseorang mukmin yang percaya
kepada takdir, tidak sepatutnya merasa kecewa dan berkecil hati bila tertimpa
sesuatu musibah dalam harta kekayaannya, kesihatan jasmaninya atau keadaan
keluarganya. Ia harus menerima percubaan Allah itu dengan penuh kesabaran dan
tawakkal seraya memohon kepada Yang Maha Kuasa agar melindunginya dan
mengampuni segala dosanya, kalau-kalau musibah yang ditimpakan kepadanya itu
merupakan peringatan dari Allah kepadanya untuk bertaubat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Yusuf (Arab يوسف ) (sekitar 1745-1635 SM) adalah salah satu nabi agama Islam. Ia
juga merupakan salah satu dari 12 putra Yakub (Israel) dan merupakan buyut dari Ibrahim. Ia
diangkat menjadi nabi pada tahun 1715 SM dan ia ditugaskan berdakwah kepada Kanʻān dan Hyksos di Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali
di dalam Al-Quran. Ia memiliki 2 anak laki dan 1 anak perempuan dan ia wafat di
Nablus Palestina.
Yusuf di dalam Al-Qur'an dikatakan
sebagai pria tertampan di dunia.[1]
Pernyataan ini digambarkan ketika Yusuf tumbuh remaja, istri tuannya yang
bernama Zulaikha menggodanya karena tidak bisa menahan
daya tarik ketampanannya dan setiap wanita yang melihatnya pasti terkesima,
namun Yusuf menolaknya (Yusuf 12:23). Sehingga ia mengancam Yusuf akan
dipenjarakan, jika tidak mengikuti perintahnya (Yusuf 12:32). Namun, Yusuf tetap teguh dan ia
akhirnya dipenjarakan (Yusuf 12:33). Yusuf dipenjarakan bersama dua
orang tahanan.
DAFTAR PUSTAKA
http://myblogkujira.blogspot.com/
http://myblogkujira.blogspot.com/
http://kisah25nabi.blogspot.com/2007/12/nabi-yusuf-as.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar