Minggu, 08 Februari 2015

Sejarah Penemuan Sel dan Teorinya

Sejarah Penemuan Sel dan Teorinya
Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut
·         Robert Hooke (1635-1703)
Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga-rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.
·           Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)
Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan.
Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel.
Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.
·         Robert Brown
Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan     melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.

·         Felix Durjadin dan Johannes Purkinye
Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma.
·         Max Schultze (1825-1874)
Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup.
Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain:
a. sel merupakan unit struktural makhluk hidup;
b. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;
c. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;
d. sel merupakan unit hereditas.
Beberapa teori sel itu menunjukkan betapa pentingnya peranan sel karena hampir semua proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup dipengaruhi oleh sel.
Dan untuk secara singkatnya…
1. Antoni van Leeuwenhoek (1600) ; penemu mikroskop untuk melihat sel
2. Robert Hooke (1665) ; sel berarti bilik kecil
3. Robert Brown (1831) ; gerakan isi sel tidak teratur / zig zag
4. Felix Dujardin (1835) ; isi sel berupa cairan
5. Johannes Purknjee ; cairan sel disebut protoplasma
6. Theodor Schwann & Matthias Jakob Schleiden (1839) ; sel merupakan kesatuan struktural
7. Max Schultze (1825 – 1974) ; sel merupakan kesatuan fungsional
8. Hanstein (1880) ; sel merupakan kantong yang berisi organel
9. Rudolph Virchow ; sel sebagai kesatuan reproduksi
10. Eduard Strasburger & Walter Fleminggo ; sel sebagai unit reproduksi makhluk hidup
11. Ernst Ruska (1931) ; penemu mikroskop TEM sehingga dapat mlihat sel lebih jelas
12. Watson dan Crick (1953) ; materi genetik diturunkan oleh sel kepada keturunannya
13. Lynn Margulis (1981) ; terdapat simbiosis di dalam evolusi sel
Evolusi sains seringkali berada sejajar dengan penemuan peralatan yang memperluas indera manusia untuk bisa memasuki batas-batas baru. Penemuan dan kajian awal tentang sel memperoleh kemajuan sejalandengan penemuan dan penyempurnaan mikroskop pada abad ke tujuh belas. Sehingga mikroskop sejak awal tidak dapat dipisahkan dengan sejarah penemuan sel, yang dijelaskan sebagai berikut:
·         Galileo Galilei (Awal Abad 17) dengan alat dua lensa menggambarkan struktur tipis dari mata serangga. Gallei sebenarnya bukan seorang biologiwan pertama yang mencatat hasil pengamatan biologi melalui mikroskop.
·         Robert Hook (1635-1703) melihat gambaran satu sayatan tipis gabus suatu kompertemen atau ruang-ruang disebut dengan nama Latin cellulae (ruangan kecil), asal mula nama sel.
·         Anton van Leeuwenhoek (24 Oktober 1632 – 26 Agustus 1723), menggunakan lensa-lensa untk melihat beragam spermatozoa, bakteri dan protista.
·         Robert Brown (1733-1858) pada tahun 1`820 merancang lensa yang dapat lebih fokus untuk mengamati sel. Titik buram yang selalu ada pada sel telur, sel polen, sel dari jaringan anggrek yang sedang tumbuh. Titik buram disebut sebagai nukleus.
·         Matias Jacob Schleiden pada tahun 1838 berpendapat bahwa ada hubungan yang erat antara nukleus dan perkembangan sel.
·         Teodor Schwan (1810-18830): Sel adalah bagian dari organisme
Rudolf Virchow (1821-1902) seorang ahli fisiologi menyatakan bahwa sel membelah menjadi dua sel. Sel berasal dar sel yang sudah ada




Penjelasan Tentang Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Sejak penemuan sel oleh Robert Hooke, penelitian mengenai sel semakin berkembang. Dua orang ilmuwan yang turut berperan adalah Theodor Schwann dan Matthias Schleiden. Kedua ilmuwan tersebut merupakan pengembang penelitian sel tumbuhan dan sel hewan. Jika diamati melalui mikroskop elektron, akan terlihat secara morfologi perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan. Agar Anda dapat lebih memahami perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan, silahkan anda perhatikan gambar berikut.
Perbedaan sel hewan dan tumbuhan
Dari gambar diatas dapat terlihat adanya perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan. Perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan bisa berupa ada tidaknya suatu bagian atau organel sel, maupun perbedaan struktur dan fungsi organelnya. Berikut beberapa organel yang hanya dimiliki oleh sel hewan atau sel tumbuhan saja.
a.      Sentriol
Sentriol hanya terdapat pada sel hewan dan Protista. Sentriol merupakan organel berbentuk silinder yang tersusun atas mikrotubulus. Sentriol biasanya terletak di dekat inti sel (nukleus). Organel ini berperan dalam pembelahan sel.
Sentriol terdiri atas sembilan triplet mikrotubulus.
b.      Dinding Sel
Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang kaku. Dinding sel ini berfungsi sebagai pelindung sel dan pemberi bentuk sel agar tetap stabil. Dinding sel terletak di sebelah luar setelah membran sel. Pada tumbuhan, dinding sel tersusun atas selulosa dalam jumlah besar, lignin, dan suberin. Dinding sel merupakan suatu struktur yang sangat kompleks. Dinding sel pada tumbuhan tersusun atas dua bagian yaitu, dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Di antara dinding sel primer dan dinding sel sekunder terdapat suatu lapisan yang disebut lapisan tengah (middle lamella). Lapisan tengah ini tersusun atas polisakarida yang menyerupai jeli (pektin). Dinding sel sekunder lebih kuat apabila dibandingkan dinding sel primer. Hal ini dikarenakan dinding sel sekunder mengandung lebih banyak selulosa dan lignin.
Struktur dinding sel
c.       Plastida
Organel ini hanya terdapat pada sel tumbuhan. Plastida berperan dalam proses fotosintesis, yaitu proses pembentukan karbohidrat. Plastida berfungsi menangkap energi cahaya untuk menghasilkan gula. Adanya plastida di dalam sel membuat tumbuhan dapat menghasilkan molekul makanannya sendiri. Terdapat dua tipe plastida, yaitu leukoplas dan kromoplas. Leukoplas merupakan plastida yang tidak memiliki pigmen. Leukoplas berfungsi menyimpan makanan cadangan berupa karbohidrat, lipid, ataupun protein. Adapun kromoplas adalah plastida yang memiliki pigmen. Pigmen ini akan memberi warna pada daun, bunga, dan buah. Jenis pigmen pada kromoplas, di antaranya pigmen jingga (karoten), pigmen merah (fikoeritrin), dan pigmen hijau (klorofil).
Kromoplas dengan pigmen hijau (kloroplas) sangat berpengaruh dalam proses fotosintesis. Oleh karena itu, berikut akan dijelaskan tentang kloroplas. Kloroplas memiliki ukuran panjang hampir sama dengan panjang sel darah merah (3–8 micro meter). Kloroplas merupakan tempat terjadinya fotosintesis. Kebanyakan kloroplas ditemukan di dalam sel mesofil, yaitu jaringan hijau pada daun. Setiap mesofil mengandung 30–40 kloroplas. Kloroplas merupakan plastida dengan pigmen hijau (klorofil). Di dalam kloroplas terdapat banyak klorofil. Klorofil berperan menyerap energi cahaya matahari yang digunakan di dalam proses fotosintesis.
Struktur kloroplas
Pada tumbuhan, sinar matahari diserap oleh klorofil beserta karbon dioksida untuk direaksikan dengan air dari tanah. Proses fotosintesis menghasilkan molekul makanan dan oksigen. Kloroplas dibagi menjadi tiga ruang fungsional yang dibentuk oleh sistem membran, yaitu ruang intermembran, ruang tilakoid, dan stroma. Ruang intermembran tersusun atas dua membran yang terbentuk dari sitosol. Ruang tilakoid terbentuk dari sistem membran di dalam kloroplas. Klorofil banyak ditemukan di dalam membran tilakoid. Membran tilakoid ini membentuk dua kompartemen, yaitu ruang tilakoid dan grana. Grana adalah susunan tilakoid yang bertumpuk-tumpuk.





 putra    _  http://myblogkujira.blogspot.com/
 putra    _  http://myblogkujira.blogspot.com/
 putra    _  rafikadewiputra99@gmail.com
 putra    _  putraninjutsu@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar