BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dengki adalah rasa tidak senang atas kenikmatan yang
diperoleh orang lain dan menginginkan nikmat yang ada pada orang lain itu
hilang. Hasud atau Dengki merupakan sikap
bathin keadaan hati, atau rasa tidak senang, benci dan antipati terhadap orang
lain yang mendapatkan kesenangan, nikmat, memiliki kelebihan darinya. Sikap ini
sebaiknya kita hindari sebab dapat mendatangkan bencana yang sangat dahsyat.
Seseorang yang dengki terhadap orang lain akan merasa senang jika orang lain
mendapatkan kemalangan atau kesengsaraan
Rasa
dengki pada dasarnya timbul karena kecintaan kepada dunia. Setiap perbuatan buruk pasti berdampak
negatif. Adapun dampak perbuatan dengki antara lain bagi pelaku dan bagi orang
lain. Al-Faqih as-Samarqandi, seorang ulama yang bijak berkata,
""Lima hukuman akan sampai kepada pendengki sebelum kedengkiannya
sampai kepada korbannya. Untuk itu perlu diketahui cara yang tepat untuk
menghindari dengki dan faedah-faedahnya.
B.
Tujuan
1. Mengetahui pengertian pengertian
dari sifat tercela yaitu dengki
2. Mengetahui dampak yang diakibatkan
oleh pendengki
3. Mengetahui cara menghindari sifat
dengki
4. Mengetahui
faedah dan manfaat bersihnya hati dari sifat dengki.
BAB
II
AKHLAK
TERCELA
A.
Pengertian
Dengki
Dengki adalah rasa tidak senang atas kenikmatan yang
diperoleh orang lain dan menginginkan nikmat yang ada pada orang lain itu
hilang.
Menurut
Imam Al-Ghazali, dengki itu ada tiga macam: Pertama menginginkan agar
kenikmatan orang lain itu hilang dan digantikan kepadanya. Kedua, menginginkan
agar kenikmatan orang lain itu hilang sekalipun ia tidak dapat menggantikannya,
baik kerana merasa mustahil dirinya akan dapat menggantikannya atau memang
kurang senang memperolehinya atau sebab lain. Asal orang itu jatuh, ia gembira.
Ini lebih jahat daripada dengki yang pertama. Ketiga, tidak ingin kalau
kenikmatan orang lain itu hilang tetapi ia benci kalau orang itu mendapat
kenikmatan lebih daripada kenikmatan yang dimilikinya.
Hasud atau Dengki merupakan sikap bathin keadaan hati,
atau rasa tidak senang, benci dan antipati terhadap orang lain yang mendapatkan
kesenangan, nikmat, memiliki kelebihan darinya. Sikap ini sebaiknya kita
hindari sebab dapat mendatangkan bencana yang sangat dahsyat. Seseorang yang
dengki terhadap orang lain akan merasa senang jika orang lain mendapatkan
kemalangan atau kesengsaraan.
B.
DALIL-DALIL
TENTANG SIFAT DENGKI
Firman Allah
1. surat
Ali-Imran ayat 120:
“jika
kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu
mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa,
niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.
Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan”.
2. surat Al Falaq ayat 5
”Aku berlindung dari
kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki “.
Sifat
dengki itu mendatangkan kemurkaan Allah. Ia boleh membinasakan diri seseorang
dan amalannya. Sebagaimana Rasulullah bersabda: Takutlah kamu semua akan sifat
dengki sebab sesungguhnya dengki itu memakan segala kebaikan sebagaimana api
memakan kayu bakar. (H.R. Abu Daud)
Rasulullah
saw bersabda bahwa Allah SWT berfirman kepada Musa bin Imran
(as): "Wahai putra Imran, jangan sekali-kali kamu dengki pada manusia
karena karunia yang Aku berikan kepada mereka. Jangan memandang mereka dengan
pandangan amarah pada mereka. Jangan kamu ikuti prasangka dengki. Sesungguhnya
orang yang dengki berarti jengkel pada nikmat-Ku dan menggugat pembagian
karunia-Ku yang Aku tetapkan di antara hamba-hamba-Ku. Siapa yang demikian, Aku
putuskan hubungan dengannya dan dia telah memutuskan hubungan dengan-Ku."
(Arba’ûna hadîtsan: hadis ke 5, hlm 106)
C.
Contoh-Contoh
Sifat Dengki
Kedengkian
orang-orang kafir Quraisy kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
yang seorang anak yatim tapi kemudian dipilih Allah untuk menerima
wahyuNya. Kedengkian mereka itu dilukiskan Allah Ta’ala dalam firmanNya,
yang artinya: “Dan mereka berkata: Mengapa Al Qur’an ini tidak diturunkan
kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Thaif) ini?”
(QS. Az Zukhruf: 31) Maksudnya, orang-orang kafir Quraisy itu tidak keberatan
mengikuti Muhammad, andai saja beliau itu keturunan orang besar, tidak dari
anak yatim atau orang biasa.
D.
Dampak
Negatif Sifat Dengki
Setiap perbuatan buruk pasti berdampak negatif.
Adapun dampak perbuatan dengki antara lain sebagai berikut:
a. Bagi
pelaku sendiri
1. Merusak
pahala amal baik yang telah dilakukan sebelumnya.
2. Menyiksa
batinnya sendiri karenasemakin banyak orang yang mendapatkan kesenangan semakin
gusar hatinya.
3. Tercela
dalam pandangan Allah maupun sesama manusia.
b. Bagi orang
lain
Dengki yang dilakukan terhadap seseorang akan
menimbulkan kekecewaan. Hati yang kecewa sehinggamempengaruhi raut wajah,
sehingga hal itu akan mengganggu hubungan persaudaraan.
E.
Akibat
Sifat Dengki
Al-Faqih
as-Samarqandi, seorang ulama yang bijak berkata, ""Lima hukuman akan
sampai kepada pendengki sebelum kedengkiannya sampai kepada korbannya:
1. Kesusahan yang tidak kunjung
berakhir.
2. Musibah yang dia tidak akan
memperoleh ganjaran pahalanya.
3. Celaan dan aib yang tidak terpuji.
4. Kemurkaan Allah SWT.
5. Tertutup baginya pintu taufik (restu
Allah).
F.
Sebab-Sebab
Sifat Dengki
Rasa
dengki pada dasarnya tidak timbul kecuali karena kecintaan kepada dunia. Dan
dengki biasanya banyak terjadi di antara orang-orang terdekat; antar keluarga,
antarteman sejawat, antar tetangga dan orang-orang yang berde-katan lainnya.
Sebab rasa dengki itu timbul karena saling berebut pada satu tujuan. Dan itu
tak akan terjadi pada orang-orang yang saling berjauhan, karena pada keduanya
tidak ada ikatan sama sekali.
Adapun
orang yang mencintai akhirat, yang mencintai untuk mengetahui Allah, malaikat-malaikat,
nabi-nabi dan kerajaanNya di langit maupun di bumi maka mereka tidak akan
dengki kepada orang yang mengetahui hal yang sama. Bahkan sebaliknya, mereka
malah mencintai bahkan bergembira terhadap orang-orang yang mengetahuiNya.
Karena maksud mereka adalah mengetahui Allah dan mendapatkan kedudukan yang
tinggi di sisiNya. Dan karena itu, tidak ada kedengkian di antara mereka.
Adapun
sebab-sebab dengki antara lain:
1. Kecintaan kepada dunia yang
mengakibatkan dengki antar sesama disebabkan oleh banyak hal. Di antaranya
karena permusuhan. Ini adalah penyebab kedengkian yang paling parah. Ia tidak
suka orang lain menerima nikmat, karena dia adalah musuhnya. Diusahakanlah agar
jangan ada kebajikan pada orang tersebut. Bila musuhnya itu mendapat nikmat, hatinya
menjadi sakit karena bertentangan dengan tujuannya. Permusuhan itu tidak saja
terjadi antara orang yang sama kedudukannya, tetapi juga bisa terjadi antara
atasan dan bawahannya. Sehingga sang bawahan misalnya, selalu berusaha
menggoyang kekuasaan atasannya.
2. ta’azzuz (merasa paling mulia). Ia keberatan
bila ada orang lain melebihi dirinya. Ia takut apabila koleganya mendapatkan
kekuasaan, pengetahuan atau harta yang bisa mengungguli dirinya.
3. takabbur atau sombong. Ia memandang
remeh orang lain dan karena itu ia ingin agar dipatuhi dan diikuti perintahnya.
Ia takut apabila orang lain memperoleh nikmat, berbalik dan tidak mau tunduk
kepadanya. merasa ta’ajub dan heran terhadap kehebatan dirinya. Hal ini
sebagaimana yang biasa terjadi pada umat-umat terdahulu saat menerima dakwah
dari rasul Allah. Mereka heran manusia yang sama dengan dirinya, bahkan yang
lebih rendah kedudukan sosialnya, lalu menyandang pangkat kerasulan, karena itu
mereka mendengki-nya dan berusaha menghilangkan pangkat kenabian tersebut sehingga
mereka berkata: “Adakah Allah mengutus manusia sebagai rasul?” (QS.
Al-Mu’minun: 34). Allah Ta’ala menjawab keheranan mereka dengan
firmanNya, yang artinya: “Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa
datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki
dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu ?” (QS. Al A’raaf: 63)
4. takut mendapat saingan. Bila
seseorang menginginkan atau mencintai sesuatu maka ia khawatir kalau mendapat
saingan dari orang lain, sehingga tidak terkabullah apa yang ia inginkan.
Karena itu setiap kelebihan yang ada pada orang lain selalu ia tutup-tutupi.
Bila tidak, dan persaingan terjadi secara sportif, ia takut kalau dirinya
tersaingi dan kalah. Dalam hal ini bisa kita misalkan dengan apa yang terjadi
antardua wanita yang memperebutkan seorang calon suami, atau sebaliknya. Atau
sesama murid di hadapan gurunya, seorang alim dengan alim lainnya untuk
mendapatkan pengikut yang lebih banyak dari lainnya, dan sebagainya.
5. Ambisi memimpin (hubbur riyasah).
Hubbur riyasah dengan hubbul jah (senang pangkat/kedudukan) adalah saling
berkaitan. Ia tidak menoleh kepada kelemahan dirinya, seakan-akan dirinya tak
ada tolok bandingnya. Jika ada orang di pojok dunia ingin menandingi-nya, tentu
itu menyakitkan hatinya, ia akan mendengkinya dan menginginkan lebih baik orang
itu mati saja, atau paling tidak hilang pengaruhnya.
6. kikir dalam hal kebaikan terhadap
sesama hamba Allah. Ia gembira jika disampaikan khabar pada-nya bahwa si fulan
tidak berhasil dalam usahanya. Sebaliknya ia merasa sedih jika diberitakan, si
fulan berhasil mencapai kesuksesan yang dicarinya. Orang sema-cam ini senang
bila orang lain terbelakang dari dirinya, seakan-akan orang lain itu mengambil
dari milik dan simpanannya. Ia ingin meskipun nikmat itu tidak jatuh padanya,
agar ia tidak jatuh pada orang lain. Ia tidak saja kikir dengan hartanya
sendiri, tetapi kikir dengan harta orang lain. Ia tidak rela Allah memberi
nikmat kepada orang lain. Dan inilah sebab kedengkian yang banyak terjadi.
G.
Cara
Menghindari Dari Sifat Dengki
a. Berlindung
kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari kejahatan orang yang hasad, dan
membentengi diri dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala
b. Bertakwa
kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan menjalankan pereitahnya printah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya
c. Mengosongkan
diri dari sibuk dan memikirkan orang yang hasad kepda dirinya. Setiap kali
terbetik di benak, ia menepisnya dan memikirkan sesuatu yang lebih bermanfaat.
Ia melihat bahwa diantara siksaan batin yang besar adalah sibuk memikirkan
musuh.
d. Bertaubat
kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari segala dosa
e. Yang
paling berat adalah memadamkan api yang hasad dan dzalim serta menyakitinya,
dengan berbuat baik kepada nya.
H.
Faedah
Bersihnya Hati Dari Sifat Dengki
a. Dicintai
oleh banyak orang
“Jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling
hasad, dan jangan kalian saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah
yang bersaudara”. (HR. Muslim)
b. Mendapatkan
surga dari Allah
Diriwayatkan dari anas bin malik radhiyallahu’anhu
dia berkata : “Dahulu kami duduk-duduk di sisi Nabi Shallallahu’alaihi wa
sallam, lalu beliau Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda
“Sekarang akan muncul kepada kalian dari jalan ini,
seorang lelaki dari penghuni surga”.
BAB
III
KESIMPULAN
Dengki merupakan sikap bathin keadaan hati. Dengki
adalah rasa tidak senang atas kenikmatan yang diperoleh orang lain dan
menginginkan nikmat yang ada pada orang lain itu hilang.
Dampak perbuatan dengki bagi pelaku yang mendengki
antara lain ; Kesusahan
yang tidak kunjung berakhir, menyiksa
batinnya sendiri, musibah yang dia tidak akan memperoleh ganjaran
pahalanya, celaan dan aib yang tidak terpuji dalam pandangan Allah maupun manusia, Kemurkaan Allah SWT,
Tertutup baginya pintu taufik (restu Allah), merusak pahala amal baik yang telah dilakukan sebelumnya. Sedangkan Bagi
orang lain antara lain: akan menimbulkan kekecewaan, dan mengganggu hubungan persaudaraan.
Cara menghindari dari sifat dengki antaralain
berlindung kepada Allah, Bertakwa kepada Allah dengan menjalankan pereitahnya
printah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, mengosongkan diri dari sibuk dan
memikirkan orang yang hasad kepada dirinya, bertaubat, selalu berbuat baik.
Faedah dan manfaat bersihnya hati dari sifat dengki
antara lain dicintai oleh banyak orang, terhindar dari sakit hati dan kesusahan
yang berkepanjangan, terhindar dari murka dan laknat Allah, Mendapatkan surga
dari Allah.
DAFTAR PUSTAKA
http://myblogkujira.blogspot.com/
http://rafikadewiputra99@gmail.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar